Dewasa ini eksplorasi sumber energi khususnya minyak bumi dan gas
berkembang sangat pesat sejalan dengan pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang
semakin mendesak. Survey seismik pada seismik pantul dangkal saluran tunggal
mengungkapkan keadaan bawah permukaan dasar laut dengan hasilnya yang sangat
baik untuk eksplorasi gas biogenik, yaitu memberikan informasi mengenai
struktur geometri bawah permukaan dasar laut.
Morfologi
dasar laut daerah penyelidikan relatif landai dengan kedalaman laut berkisar antara
2 hingga 25 meter. Kedalaman laut bertambah ke arah bagian timur laut dan
mendangkal ke arah bagian barat dan barat daya. Perkiraan perhitungan secara
kasar bahwa potensi terukur gas dalam sedimen di Perairan Pasuruan pada sedimen
runtunan 1 yang berumur Holosen adalah sebesar 168.820.000 m . Nilai ini
berdasarkan luas daerah penyebaran dari sedimen bermuatan gas.
Pengolahan data Seismik Pantul Dangkal
Hasil
rekaman seismik pantul dangkal merupakan penampang waktu (Time Section)
yang menggambarkan bidang-bidang pantul (reflektor) dari permukaan air
laut hingga bawah dasar laut pada kedalaman tertentu.
Hasil
analisa laboratorium contoh batuan yang diambil dari dasar laut di perairan
Pasuruan dan sekitarnya sangat berguna sekali untuk memperkirakan kecepatan
rambat gelombang seismik (seismic velocity) pada sekuen paling atas
dalam satuan meter yang akan di tuangkan dalam peta kedalaman sequen (peta
Isopah). Panjang lintasan yang telah dilakukan untuk perekaman kondisi bawah
dasar laut dengan metoda seismik pantul dangkal ini adalah sepanjang 150
kilometer dengan lintasan utama berarah utara- selatan hampir tegak lurus
pantai Pasuruan.
Dalam
penelitian ini metoda seismik menggunakan pemancar energi Uniboom yang
mempunyai resolusi tinggi dengan kemampuan identifikasi runtunan-runtunan
sedimen hingga sekitar 50 meter di bawah dasar laut. Semua posisi ditentukan
menggunakan Sistem Satelit Navigasi Terpadu dengan perangkat Magelen
M1000/Garmin Survey II yang dilengkapi paket piranti lunak modifikasi PPGL
sehingga didapatkan akurasi ketelitiam posisi kurang dari 20 meter. Akusisi
atau pengambilan data di lapangan menggunakan peta kerja sekala 1 : 50.000.
Perhitungan ketebalan sequen yaitu dengan mengalikan ketebalan sequen dalam
satuan waktu (detik) dengan kecepatan rambat gelombang seismik yang
diperkirakan dalam satuan meter perdetik (m/sec). Untuk perairan Jawa timur
yang tidak memiliki variasi dalam jenis batuannya, maka asumsi kecepatan rambat
sinyal akustik pada sedimen lumpur dan pasir (Unit IA) adalah 1600 m/sec,
sekuen II (Unit IB) 1650 m/sec, sekuen III (unit IC) 1700 m/sec, dan sekuen IV
(unit ID) 1750 m/sec.
Data-data
yang perlu diketahui dalam perhitungan kedalaman dan ketebalan adalah :
a. Waktu tempuh gelombang pantul
b. Penentuan skala vertical penampang seismik
a. Waktu tempuh gelombang pantul
b. Penentuan skala vertical penampang seismik
Waktu tempuh
gelombang pantul bolak-balik diperoleh dengan cara mengukur jarak vertikal
tiap-tiap perlapisan dari hasil rekaman analog seismik. Tahap pertama adalah
menarik batas-batas tiap lapisan. Setelah batas perlapisan diketahui maka
diukur pula lebar satu sapuan (sweep). Seperti diketahui bahwa penampang
seismik yang diperoleh waktu tempuh two way time-nya adalah 250
milidetik. Dari rekaman seismik hasil yang diperoleh merupakan penampang waktu
(Time Section). Penampang waktu tersebut menggambarkan waktu tempuh
gelombang seismik bolak-balik. Untuk mendapatkan waktu tempuh gelombang
bolak-balik, perlu diketahui waktu rata-rata picu (firing rate). Sebagai
contoh pada rekaman digunakan firing rate ¼ detik / Sweep. Dengan
mengukur jarak vertikal (secara grafis) masing-masing perlapisan, maka waktu
tempuh dari permukaan laut hingga batas-batas perlapisan (bidang pantul) dapat
diketahui.
Berikut ini
akan diberikan cara menentukan waktu tempuh gelombang seismik bolak-balik pada
lintasan 1 sweep = 0,25 detik = 250 mili detik. Satu sweep terdiri dari 10
kolom dimana tiap kolom 33 mm. Oleh karena itu lebar 10 kolom = 330 mm (telah
diproses) .Dengan mengukur dari permukaan laut hingga mencapai dasar laut,
misalkan didapat = 5 mm, Waktu tempuh gelombang bolak-balik (TWT) dari
permukaan hingga dasar laut adalah 250 milidetik/330mm x 5 mm = 3,78 mili
detik.
Penentuan Skala Vertikal Penampang Seismik
Panjang
garis seismic section adalah 250 mili detik (TWT) , karena waktu tempuh
gelombang bolak-balik TWT (Two Way Time) sehingga waktu tempuh itu
dibagi dua yaitu 250/2 = 125 mili detik. Karena ada 10 kolom maka125/10 =
12,5 milidetik dengan perbandingan dari panjang tiap marking dan semua kolom,
maka 12,5/250 = 0,05 mili detik karena cepat rambat gelombang seismik dalam air
adalah 1500 meter / detik, maka 12,5/250 x 1500 = 75 meter dengan Sweep rate ¼
detik / Sweep maka 12,5/250 x 1500 x 0,25 = 18,75 meter karena sapuan ¼ detik /
Sweep pada setiap ½ detik ledakan, maka (12,5/250 x 1500 x 0,25)x 2 = 37,5
meter.
Sehingga
Skala vertikal untuk kedalaman air adalah 37,5 m pada penampang seismik. Karena
dibagi menjadi 3 kolom maka tiap kolom 12,5 meter. Dengan perbandingan (33/ 330
x 1500 x 0,25)/3 = 12,5. Penentuan kedalaman air dapat juga dikoreksi terhadap
MSL (Mean Sea Level) dari pengamatan pasang surut laut. Untuk menentukan
skala vertikal ketebalan sedimen, maka asumsi kecepatan rambat sinyal akustik
diambil 1600 meter / detik. Sehingga dengan cara yang sama, (12,5/250 x 1600 x
0,25)x 2 = 40 meter. Atau (33/330 x 1600 x 0,25)/3 = 13,3 meter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar